Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA) merayakan hari jadi ke-14 pada 24 April 2026. Berdiri sejak 2012, YDUA terus mendampingi penyintas talasemia, terutama anak-anak, dan memenuhi kebutuhan darah mereka di Aceh.
Pada Hari Talasemia Internasional, 8 Mei 2026, dengan tema “Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen”, YDUA menyampaikan pesan kampanye tahun ini: “Tak Terlihat Bukan Berarti Tak Membutuhkan.”
Lima seruan YDUA
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang talasemia.
- Memperkuat program donor darah sukarela.
- Memperluas skrining dan deteksi dini, terutama bagi pasangan yang akan menikah.
- Menghapus stigma terhadap penyintas talasemia.
- Memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Ketua YDUA, Nurjannah Husien, menegaskan bahwa melawan talasemia tidak hanya soal transfusi, dan bahwa harapan tumbuh dari tindakan sederhana yang peduli. Banyak anak dan keluarga masih belum terdiagnosis dan belum memiliki akses informasi, sehingga pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, media, komunitas, dan masyarakat perlu bekerja bersama.
Tantangan yang masih ada
- Keluarga terkadang menempuh perjalanan jauh demi satu kantong darah.
- Pasokan darah dan layanan kesehatan masih terbatas.
- Akses skrining di daerah terpencil masih terbatas, dan stigma membuat sebagian keluarga enggan terbuka.
YDUA menyampaikan terima kasih kepada para pendonor sukarela, PMI, dokter, perawat, petugas donor darah, dan rumah sakit yang melayani penyintas talasemia di Aceh.
Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA) marked its 14th anniversary on 24 April 2026. Founded in 2012, YDUA continues to support people with thalassemia, especially children, and to meet their blood needs in Aceh.
On International Thalassemia Day, 8 May 2026, under the theme “Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen”, YDUA shared this year’s campaign message: “Tak Terlihat Bukan Berarti Tak Membutuhkan” (Unseen does not mean without needs).
YDUA’s five calls
- Raise public awareness of thalassemia.
- Strengthen voluntary blood donation programmes.
- Expand screening and early detection, especially for couples planning to marry.
- End stigma against people with thalassemia.
- Strengthen cross-sector collaboration to improve patients’ quality of life.
YDUA chairperson Nurjannah Husien stressed that fighting thalassemia is about more than transfusions, and that hope grows from simple acts of care. Many children and families remain undiagnosed and without access to information, so government, health workers, schools, media, communities and the public need to work together.
Challenges that remain
- Families sometimes travel long distances for a single blood bag.
- Blood supply and health services are still limited.
- Screening access in remote areas is limited, and stigma keeps some families from speaking openly.
YDUA thanked voluntary blood donors, PMI, doctors, nurses, blood-donation staff and the hospitals that serve people with thalassemia in Aceh.