Gerakan a�?Darah untuk Aceha�� Rangkul 1.000 Donor untuk Thalassemia

Jakarta – Pasien thalassemia membutuhkan transfusi darah secara rutin setiap bulan. Menjawab kebutuhan donor darah, seorang perempuan asal Banda Aceh menggagas gerakan a�?Darah untuk Aceha�� dan telah merangkul sedikitnya 1.000 donor.

Nurjannah Husein, pendiri gerakan Darah untuk Aceh menjelaskan bahwa 1 pasien thalassemia mendapatkan 10 donor tetap, umumnya terdiri dari 4 donor perempuan dan 6 donor laki-laki. Secara bergantian, donor tetap yang diistilahkan sebagai a�?bloodersa�? tersebut akan menyumbangkan darahnya kepada pasien yang dijuluki a�?thallersa�?.

Dengan adanya donor tetap seperti ini, menurut Nurjannah ketersediaan darah akan lebih terjamin. Begitu pula kualitasnya, sebab kebanyakan donor yang tergabung dalam gerakan ini adalah kaum muda dan tidak merokok. Donor termuda yang pernah tercatat masih berusia 17 tahun saat bergabung.

Bukan itu saja, donor tetap juga lebih memungkinkan terbentuknya ikatan persaudaraan antara para blooders dengan thallers-nya. Dalam gerakan ini, para blooders disebut juga dengan istilah kakak asuh. Sekali waktu, mereka mengadakan gathering untuk saling mengakrabkan diri.

Ditemui di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Nurjannah mengaku memulai gerakan ini sejak 2 tahun yang lalu. Dengan memanfaatkan jejaring twitter di akun @DarahUntukAceh, ia memopulerkan gerakan ini dengan tanda pagar (tagar atau hashtag) #10for1Thalassemia.

a�?Awalnya dulu karena ibu saya sakit. Selama ibu sakit, saya dengar keluhan susahnya mendapat darah dari PMI. Lalu lahirlah gerakan ini,a�? tutur Nurjannah, Kamis (16/10/2014).

Dalam perkembangannya, Nurjannah mempersempit fokus gerakannya ke pasien thalassemia. Menurutnya, pasien dengan penyakit ini sangat membutuhkan donor tetap karena butuh transfusi darah secara rutin. Terlebih dengan masih terbatasnya informasi, keberadaan penyakit ini masih banyak terabaikan.

a�?Di RSU Dr Zainoel Abidin Banda Aceh, terdaftar ada 255 pasien. Tapi perkiraan saya ada lebih dari 500, hanya saja mereka tidak ke rumah sakit,a�? kata Nurjannah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *