Namaku Maizahara


?????????????
Namaku Maizahara, anak ke 5  dari 6 bersaudara. Tanggal 28 Mei 2017 usiaku genap 16 tahun, aku menamatkan SMP tahun lalu dan aku tidak melanjutkan ke SMA karena kondisiku tahun lalu sangat drop, sehingga aku terpaksa tidak melanjutkan sekolah.
Aku mau cerita kalau aku menderita thalassemia sejak baru lahir, tapi orangtuaku tidak terlalu tau walau ada 2 kakakku yang menderita thalassemia. Aku baru mulai transfusi setelah dokter-dokter NGO itu melihat wajahku yang pucat dan menyarankan untuk dirawat. Setelah itu aku sangat akrab dengan darah dan jarum.

Bukan baru kenal Thalassemia

Thalassemia bukan hal baru buat kami  sekeluarga, kak Indah sudah duluan menderita penyakit ini dan kemudian kak Sudianarni juga menderita penyakit yang belum ada obatnya. Kak Sudianarni  meninggal pada tahun 2006 saat sedang duduk di bangku SMP kelas 1 dan wajahnya juga aku ingat samar-sama sekarang, hanya mendengar cerita dari kedua orangtua dan kakak-kakakku.
Aku sekarang tinggal berempat karena abangku Muchlisin hilang waktu tsunami tahun 2004, abang saat itu tinggal di pesantren daerah Ulee Lheu. Ayahku bernama Pak Wahab, lelaki tua yang harus bekerja keras demi kelangsungan hidup kami semua, terutama aku dan kak Indah yang harus tiap bulan bolak balik ke Sentra Thalassemia untuk transfusi.
Beliau bekerja sebagai cleaning service di kantor gubernur. Tiap pagi selalu berangkat kerja dengan sepeda tuanya dan baju seragam yang diberikan oleh perusahaan tempat beliau bekerja, baju seragam yang lusuh, baju seragam yang kotor karena ayahku hanya pegang gagang sapu disana. Ayahku yang pendiam itu sangat baik, beliau mau  kerjakan apapun yang untuk kami sekeluarga, usia tuanya membuat beliau sering sakit dan terkadang aku memijitnya walau aku sendiri lemas apalagi  kalau HB-ku sudah rendah sekali.
Kondisi aku memang beda dengan kak Indah, HB-ku lebih cepat habis. Kami selalu transfusi bersama dan biasanya kak Indah yang urus berkas jaminan, kak Indah memang lebih sehat dari aku, lebih kuat karena HB-nya lebih banyak.

Bosan di rumah terus..

Hampir setahun aku menganggur, bosan juga sih…makanya aku merencanakan mendaftar SMA yang dekat rumah aja agar aku gak terlalu capek atau aku bisa pulang saat sudah terasa sudah tidak enak badan, aku gak mau merepotkan keluarga apaalagi kedua orangtuaku. Aku sebenarnya suka iri dengan kak Indah,dia bisa sekolah tinggi…sudah kuliah di Unsyiah, kak Indah nanti bisa jadi guru. Sekarang aja sedang praktek di SMA Blang Bintang, hemm…
Oiya…hampir lupa aku cerita tentang mamak kami yang juga bekerja. Mamakku itu juga wanita karir, pergi pagi pulang sore bahkan kadang lembur juga. Mamakku bekerja di pendopo gubernuran Aceh. Sebagai apa? Ya sebagai cleaning service juga.
Sekarang kami tinggal di Jl. Gurami Lampriet dekat SMP Negeri 2 Banda Aceh, ini kepindahan kami yang ke 2 selama 2 tahun ini. Rumah sewa kami banyak dilalui anak-anak dan aku berencana buka kios kecil, mau jualan!
Rasa bosan dan keinginanku untuk membantu orangtua, kios kecil ini ada, dan semoga usahaku lancar walau hanya dengan modal sedikit,  doain ya…
Ini ceritaku..

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

log in

reset password

Back to
log in
css.php